28.4.13

Jika dan kalau

Bismillahirrohmaanirrohim,
Alhamdulillah saat ini Allah SWT memberi sedikit peluang mengisi ruangan yang lompong. Kita masih diberi peluang kedua untuk menambah amal dan membersihkan noda semalam.
Moga moga sesaat yang berbaki akan menjadi asbab kita dapat melintasi Titian Sirat dengan pantas.
Allahu Akbar! 
Berangan untuk melintasi sepantas kilat.
Berangan untuk memasukki Jannah tanpa hisab
dan pelbagai angan2 yang kita sendiri tidak tahu bila akan berhenti.

Pagi ini Allah memuliakan kita dengan zatnya. Allah pinjamkan kita sedikit kudrat. Moga moga anggota luaran dan organ dalaman kita seiring menuju REDHO Allah.
La ilaha illa anta Subhanaka inni kuntu minouzzholiminn. Benarlah kita menzalimi diri sendiri JIKA semalam lebih baik daripada saat ini. Dan pasti esok di depan ALLAh SWT kita akan berkata KALAULAH aku tidak menzalimi diri sendiri.

JIKA dan KALAU sering di bibir kita. Kalam JIKA bilamana kita belum dapat maka kita mengungkapkan. JIKA aku kaya, aku nak bawa semua adik beradik aku pi umrah. Aku nak book satu kapal terbang! Wah! Niat yang baik memang mendapat pahala tetapi kenapa mesti tunggu JIKA KAYA. Kenapa  tidak berniat untuk membawa semua tunaikan Umrah tanpa menunggu KAYA. 
Ish, merapu ustazah Sahida ni. Mana boleh jika tidak kaya mahu membawa semua pi Umrah. Nak pi la ni pun hanya boleh berangan. Entah menjadi entah tidak.

Soalan saya, Apakah kalian pasti kalian bisa menunaikan janji yakni tidak mencapatikan janji?

Maka sekadar pandangan, mulai saat ini kita hentikanlah janji JIKA sebab kita sendiri pun selalu menzalimi diri sendiri dengan janji sendiri JIKA itu Jika ini.
Cukuplah kita berdoa, berusaha dan tawakal. Eh! Kena berusaha dulu, baru berdoa. Oh Tidak! Kena berdoa dulu baru berusaha. 

Saya sendiri mengamalkan berdoa dulu kemudian berusaha dan sambung berdoa dan berdoa dan berdoa dan tawakkal. Sebelum memasang niat, berdoalah minta yang terbaik. Berdoalah agar dimudahkan. Berdoalah agar tidak salah berusaha. Berdoalah agar usaha yang bakal dilakukan adalah suatu usaha yang diredhoi Allah Azzawajalla. Dan yakinlah Allah memang MAHA MENDENGAR.

Allah ya Allah..
beruntungnya kami menjadi hambaMu. Sifat Mu yang mulia mendamaikan kami. Kewujudan Mu Ya Allah menemani kami.
Ya Allah Jangan Engkau biarkan kami dalam kejahilan. 
Jangan Engkau biarkan kami melakukan kezaliman ke atas diri kami sendiri.
Ya Allah padaMu kami bersyukur.
PadaMu kami bersujud

Laa ilaha ILLAALLAH

KALAUlah kita tidak dipilih Allah sebagai umat Muhammad SAW. Di manakah kita saat ini. Mungkin kita sedang menzalimi diri kita dengan menonton cerita karut marut di TV, panggung wayang. Sedang menzalimi telinga kta dengan mendengar lagu nostalgia. Lagu bicara cinta. Mungkin sedang menayangkan dada kita untut tatapan jantan. Mungkin sedang melenggangkan peha, punggung dan segala kecantikan kita untuk ribuan mata dan mengundang perzinaaan. Dan mungkin segalanya mungkin.

KALAUlah ALlah cabut nikmat IMAN? Allah Allah Allah...

No comments:

Post a Comment